Sambut Maulid Nabi, Warga Lambaed adakan Seremonial Pembukaan Zikir Maulid

LAMBAED.DESA.ID, Aceh Besar – Suara sahut-sahutan shalawat terdengar bergema, syahdu, dan merdu dari alat pengeras suara Meunasah desa Lambaed. Rabu malam (28/10/2020), bertepatan dengan 12 Rabiul Awal (1442 hijriah), yakni momentum lahirnya Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, warga desa Lambaed mengadakan seremonial pembukaan zikir maulid.

Seremonial keagamaan yang dihadiri oleh seluruh laki-laki warga desa Lambaed dari berbagai kalangan, baik itu perangkat desa, pemuda, bahkan usila ini telah menjadi tradisi turun-temurun di desa Lambaed. Pembacaan shalawat nabi, barzanji, hingga syair-syair dimulai seusai shalat isya hingga menjelang dini hari. Kegiatan ini ditutup dengan menikmati makan bersama yang identik dengan istilah kenduri Maulid.

Sejak siang hari, panitia pelaksana telah menyiapkan berbagai keperluan untuk menyukseskan acara. Dimulai dengan penyediaan bahan makanan, prosesi masak-memasak (nasi, kuwah beulangong) yang melibatkan beberapa pihak, hingga dapat dipastikan bahwa acara benar-benar bisa berlangsung tertib.

Zubaili, Sekretaris desa Lambaed menyatakan bahwa acara ini tetap diadakan sebagai bentuk ungkapan kecintaan kita, serta suka cita menyambut datangnya bulan maulid yang diperingati hingga sepanjang empat bulan kedepan. Namun demikian, mengingat kondisi kita saat ini tengah menghadapi pandemi, maka seluruh peserta diharap dapat mengindahkan protokol kesehatan.

“Kita berusaha maksimal untuk ketertiban acara. Seluruh peserta yang hadir terlebih dahulu memastikan kondisi kesehatannya baik, tidak memiliki gejala yang identik dengan wabah yang sedang kita hadapi. Demikian juga, kita telah mengarahkan agar mencuci tangan pada tempat yang telah disediakan sebelum memasuki Meunasah. Semoga dengan berkat keutaan bulan maulid ini, pandemi Covid-19 segera berlalu,” imbuh Zubaili.

Keuchik desa Lambaed, Darmawan, mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi masyarakat. Semoga ini dapat meningkatkan keimanan kepada Allah, kecintaan kepada Rasulullah dan semangat menjalin ukhuwah bagi seluruh warga.

“Seremonial semacam ini sangat penting, selain ungkapan kebahagiaan memperingati hari lahirnya Baginda, juga sebagai sarana untuk mengeratkan kekompakan masyarakat. Semoga desa kita semakin menjadi lebih baik ke depannya,” ucap Darmawan. (*)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan