Taman Pendidikan Agama Babussa’adah Gampong Lambaed

LAMBAED.DESA.ID – Mendidik pikiran tanpa mendidik hati adalah bukan pendidikan sama sekali. Sepenggal kalimat bijak yang sangat menggugah. Bagaimana tidak? Itu sangat sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pendidikan formal yang diberikan dalam dunia sekolah harus didukung dengan pendidikan moral, yang diberikan di pondok-pondok penganjian.

Taman Pendidikan Agama (TPA) Babussa’adah Gampong Lambaed merupakan salah satu sarana yang menunjang kebutuhan itu. Anak-anak yang telah mengenyam pendidikan sekolah juga dibuka kesempatan untuk belajar agama di sini.

Berdasarkan informasi dari direktur saat ini, Marlina, SPd. menyatakan bahwa TPA Babussa’adah Gampong Lambaed telah berdiri sejak 1997. TPA ini digagas oleh seorang mahasiswi IAIN (UIN) Arraniry yang kala itu menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gampong Lambaed.

“Ummi Aisyah, begitu nama akrabnya di sapa, merupakan orang yang paling berjasa mewujudkan taman pendidikan untuk anak-anak kita di Gampong Lambaed. Alhamdulillah. Kita patut bersyukur kepada Allah, semoga ini menjadi amal jariah bagi beliau dan seluruh warga Gampong yang telah bersinergi dalam kebaikan ini,” ucap Marlina.

Marlina juga menambahkan, bahwa setelah beberapa lama aktif, TPA ini juga mengalami fase vakum diakibatkan beberapa hal, keadaan tidak kondusif, salah satunya adalah pertimbangan keamaan, karena Aceh sedang melalui masa konflik pada waktu. Pada pertengahan 2011, TPA ini kembali diaktifkan berkat dukungan perangkat Gampong dan warga masyarakat.

“Hingga saat ini, jumlah santri kita sudah mencapai 124 orang. Jumlah ini secara berkala mengalami peningkatan. Dengan 10 orang pengajar yang terdiri dari warga Gampong Lambaed sendiri. Sumber daya masyarakat kita mendukung, ini sangat penting,” ucap Marlina.

Mengenai kurikulumnya, Marlina juga menambahkan bahwa tingkatan pendidikannya beragam. Rentang usia santri dari 4 hingga 13 tahun, pola didik yang sesuai dengan usia anak. Ada pendidikan baca tulis Alquran untuk pemula. Mengenali huruf hijaiyah pada anak. Ini diperuntukkan kepada santri diusia 4-6 tahun. Selain itu, juga ada Pendidikan Agama Islam (PAI), doa-doa harian, praktik shalat, juga tilawatil quran bagi santri yang sudah memasuki pendidikan lanjutan pertama.

Pendidikan utama memang ditekankan pada nilai-nilai agama. Anak-anak juga dibekali dengan pemahaman tata cara ibadah, baca kitab kuning (Masailal Mubtadin). Selain itu juga diadakan kelas bahasa inggris sebagai selingan. Sangat menarik tentunya.

Mengenai santri, umumnya merupakan warga Gampong Lambaed, dan beberapa warga sekitar, seperti dari Gue, Cot Puklat, Lambro Bileu, Lambro Dayah, Babah Jurong dan Meulayo. Luar biasanya, taman pendidikan agama ini nyaris gratis. Setiap peserta hanya dikenakan infak minimal Rp. 10.000/ bulan sebagai biaya operasional saja. Namun, bagi yang berasal dari keluarga menengah keatas, tentu diperkenankan memberi dengan jumlah yang lebih banyak, kadar yang mereka iklaskan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan agama.

Darmiana, salah satu ustazah (pendidik) di taman pendidikan ini mengaku sangat bahagia bisa andil dalam mencerdaskan masyarakat. Bagi Darmiana, hal yang paling utama untuk ditanamkan kepada anak-anak adalah agama, agar mereka mengenal Allah, tidak melakukan hal-hal yang dilanggar oleh norma, serta terwujud masyarakat yang berbudi luhur.

“Dengan adanya taman pendidikan ini, kami ingin anak-anak bangsa menjadi generasi islami, yang penuh dengan pemahaman agama. Ini merupakan upaya pembentukan karakter pemimpin di masa yang akan datang. Anak-anak ini akan tumbuh menjadi penerus kita kelak, mereka akan menjadi orang-orang yang merajai masanya. Masa depan bangsa kita kelak di tangan mereka. Apa pun profesi mereka nantinya, mereka telah memiliki dasar agama yang kuat sebagai pedoman hidupnya,” ucap Darmiana.

Redaktur : Aini Aziz

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan