Terkait Dana Desa, Ini Pesan Bupati Aceh Besar kepada seluruh Keuchik

LAMBAED.DESA.ID, Ingin Jaya, Media Center – Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali menghadiri acara maulid akbar dan silaturahmi para kecuhik se kabupaten Aceh Besar, di Jalan Soekarno Hatta, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (3/3/2018). Selain maulid dan silaturahmi, kegiatan itu juga sekaligus melakukan pesijuek kantor sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (ABDESI) Aceh Besar.

Saat memberi pengarahan, Mawardi mengatakan, pada momentum maulid Nabi Muhammad SAW seluruh masyarakat Aceh Besar untuk terus selalu bersyukur kepada Allah SWT, atas rahmat yang telah diberikan. Sebab itu, memulai kepemimpinan, katanya, program pertama pemerintah Aceh Besar yaitu menegakkan syariat islam secara kaffah. Hal itu sudah dimulai dengan beberapa kebijakannya yang sudah berjalan.

”Kebijakan seperti masyarakat harus menghentikan aktivitas ketika azan berkumandang, mari sama-sama semua pergi ke masjid. Kemudian, baru-baru ini bupati menyerukan kepada pramugari di seluruh maskapai untuk mengenakan jilbab, sekarang kalau kita naik pesawat udah bisa lihat itu pramugari pakai jilbab, cantik-cantik. Dan kebijakan lain seperti mengintruksikan kepada seluruh keuchik untuk mengadakan pengajia di setiap desa-desa, dan beberapa kejiakan-kebijakan lain yang akan kita lakukan,” kata Mawardi dalam sambutan.

Selain mengingatkan masyarakat untuk berpegang teguh dan terus kompak dalam menegakkan syariat islam di Aceh Besar, Mawardi juga menyampaikan kepada seluruh kepala desa bahwa untuk menyiapkan program-progam di pemerintah desa yang dapat menimbulkan manfaat besar bagi masyarakat. Tidak hanya dana desa tersebut digunakan untuk menghasilkan pendapatan untuk desa itu saja, tetapi juga harus memikirkan kemakmuran rakyat.

”Kita ingin keuchik bergerak ikut aturan. Jadi sebenarnya desa itu harus buat inovasi dengan tujuan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai dengan dana desa ini yang kaya adalah desa saja, seperti buat rumah sewa, toko sewa jadi pendapatannya untuk desa, jangan itu saja, tapi bagaimana kita menjadikan dana desa itu menghasilkan pendapatan untuk masyarakat,” jelas Mawardi.

Selain itu, Mawardi juga menghimbau kepada seluruh kepada desa di Aceh Besar untuk tidak takut dalam menyusun program dengan tujuan kemakmuran masyarakat. Katanya, kalau pun nantinya kepala desa tersandung dengan kasus yang disebabkan karena kesalah administrasi, maka para keuchik tersebut tidak akan ditangkap.

”Kalau kesalahan administrasi tidak boleh ditangkap keuchik, asal jangan korupsi. Kalau korupsi, bupati dan ketua DPRK angkat tangan, tidak mau membantu, biar ditangkap. Tapi kalau korupsi, moral seperti tertangkap di rumah janda, terus jual narkoba, nah itu tidak ada bantuan dari bupati,” ujarnya.

Dikatakan Mawardi, selama ini ada beberapa persoalan yang terjadi pada kepala desa tentang kasus yang bersumber dari kesalahan administrasi. Katanya, ketika ada kepala desa tersandung kasus yang bersumber dari kesalahan administrasi maka dirinya langsung merespon dengan cara menghubungi pihak yang berwenang untuk tidak menindaklanjuti dulu kasus tersebut, hal itu mengingat sumber daya manusia kepala desa Aceh Besar masih rendah.

”Kemarin ada persoalan menyangkut administrasi, saya langsung telepon Kapolres, saya katakan kalau menyangkut administrasi tolong jangan ditindaklanjut dulu, karena mengingat Aceh Besar sumber daya manusianya masih rendah. Seperti kepala desa, tuha peut, kadang laporan yang dibuat itu bukan berdasarkan kepada sesuatu yang memang pelanggaran tapi karena melihat tidak senang jadi kalau terjadi kesalahan administrasi Kejaksaan, Polres jangan langsung memanggil para kepala desa,” jelasnya.

Sebab itu, Mawardi menjelaskan, bahwa pemerintah Aceh Besar sudah memantau bahwa ke depan pelaksanaan dana desa tidak dibolehkan lagi kepada pihak ketiga atau orang-orang yang bekerja secara khusus. Tetapi, pelaksanaan kegiatan dari dana itu harus padat karya yang melibatkan masyarakat secara bersama-sama.

”Semua orang harus bekerjasama, di sana juga akan baik dari pemberdayaan ekonomi jadi keterlibatan masyarakat itu bisa juga masuk dalam pengentasan kemiskinan,” pungkasnya.

Sumber : acehbesarkab.go.id

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan